Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

APJATI Buka Business Matching Taiwan 2026 dengan Sambutan Menteri KP2MI Mukhtarudin: Indonesia Bidik Sektor Semikonduktor, IT, Perhotelan, dan Kesehatan Taiwan.

22
×

APJATI Buka Business Matching Taiwan 2026 dengan Sambutan Menteri KP2MI Mukhtarudin: Indonesia Bidik Sektor Semikonduktor, IT, Perhotelan, dan Kesehatan Taiwan.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

APJATI Buka Business Matching Taiwan 2026 dengan Sambutan Menteri KP2MI Mukhtarudin: Indonesia Bidik Sektor Semikonduktor, IT, Perhotelan, dan Kesehatan Taiwan.

 

Example 300x600

TAIPEI, 22 April 2026 —

 

Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) hari ini menyelenggarakan Business Matching Taiwan 2026 di Cosmos Hotel, Taipei, mempertemukan lebih dari 30 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) anggota APJATI dengan delapan asosiasi ketenagakerjaan utama Taiwan.

 

Dalam sambutan video yang membuka acara, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Bapak Mukhtarudin, memberikan arahan strategis yang menjadi landasan kegiatan ini.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem penempatan yang aman serta menghasilkan pekerja migran Indonesia yang unggul dan terlindungi,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Beliau menegaskan bahwa “negara akan selalu hadir memberikan dukungan” bagi upaya penguatan kerja sama ketenagakerjaan Indonesia—Taiwan.

 

 

Arahan menteri tersebut menjadi kerangka kerja operasional APJATI dalam pertemuan hari ini — yakni memastikan setiap kesepakatan yang lahir antara P3MI indonesia dan mitra Taiwan berpijak pada prinsip keamanan, kualitas, dan perlindungan Pekerja Migran.

Lebih dari 295 000 Pekerja Migran Indonesia saat ini bekerja di Tawan — merawat orang tua keluarga Taiwan, menjaga roda produksi pabrik, di kapal nelayan, dan di lahan pertanian. Indonesia tetap menjadi pemasok mayoritas sektor perawatan, mencakup lebih dari tiga perempat pangsa pasar caretaker di Taiwan.

Dalam sesi diskusi bilateral pagi hari sebelum business matching, APJATI dan asosiasi-asosiasi ketenagakerjaan Taiwan melakukan pertukaran pandangan yang konstruktif mengenai tiga isu fundamental kemitraan: perlindungan Pekerja Migran, struktur kemitraan, dan kejelasan tanggung jawab sepanjang siklus penempatan. Kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti diskusi Ini melalui dialog berkelanjutan.

Ketua Umum APJATI, Said Saleh Alwaini, MM., MIM., dalam sambutannya menekankan bahwa pertemuan ini menandai pendewasaan hubungan yang telah berjalan lebih dari tiga dekade.

“Kami tidak keluar dari ruangan pagi tadi dengan semua jawaban — tetapi kami keluar dengan sesuatu yong lebih penting: kesepahaman bahwa sistem yang sudah berjalan selama 30 tahun ini layak untuk diperkuat, dan bahwa penguatan itu akan kita kerjakan bersama. Inilah tanda hubungan yang matang.”

Said menambahkan bahwa APJATI datang ke Taipei dengan dua agenda paralel — memperkuat sistem yang sudah ada, sembari membuka sektor-sektor baru. Taiwan saat ini tengah menghadapi perubahan struktur kebutuhan tenaga kerja, dari dominasi sektor domestik dan manufaktur ke permintaan tenaga terampil di industri semikonduktor, IT, perhotelan, dan tenaga kesehatan.

Indonesia hari ini siap memasok bukan hanya jumlah — tetapi kualitas. Dengan arahan Presiden Indonesia untuk menempatkan 500.000 pekerja migran pada periode 2026-2029, target kami adalah tenaga yang terlatih, tersertifikasi, dan terlindungi,” ujar Said.

Sekretaris Jenderal APJATI, Maria Ginting,B.Sc., menambahkan bahwa sesi business matching hari ini akan ditindaklanjuti secara operasional dalam bulan-bulan mendatang.

Dukungan penuh dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei menjadi fondasi terselenggaranya Business Matching Taiwan 2026. Sebagai jembatan diplomatik dan fasilitator strategis, KDEI Taipei memungkinkan dialog antara asosiasi ketenagakerjaan kedua pihak berlangsung produktif, sekaligus memastikan setiap kerja sama bisnis yang lahir selaras dengan regulasi dan mengedepankan perlindungan Pekerja Migran Indonesia. APJATI menyampaikan terima kasih yang tulus atas kemitraan ini.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada delapan asosiasi ketenagakerjaan Taiwan — dari tingkat Federasi Nasional hingga asosiasi kota Taipei, New Taipei, Taoyuan, Taichung, Tainan, Kaohsiung, dan Manpower Agencies Association of ROC — yang semangat kolaboratif dan keterbukaan dialognya menjadi fondasi keberhasilan pertemuan hari ini.

Perwakilan asosiasi ketenagakerjaan Taiwan menyambut baik dialog yang dibangun dan menyampaikan komitmen untuk melanjutkan diskusi teknis dalam kerangka kerja sama yang lebih terstruktur.

 

Tentang APJATI

Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) didirikan pada tahun 1982 dan merupakan asosiasi ketenagakerjaan terbesar di Indonesia, dengan sekitar 220 anggota P3MI aktif. APJATI beroperasi di bawah UU No. 18 Tahun 2017 sebagai mitra strategis Pemerintah Indonesia dalam penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *