Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Arie Genipa Suhendi: Kimia Farma Diagnostika Terus Perkuat dan Kembangkan Layanan Kesehatan yang Lebih Komprehensif bagi Masyarakat, khususnya Kelompok Lansia dan Pralansia.

15
×

Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Arie Genipa Suhendi: Kimia Farma Diagnostika Terus Perkuat dan Kembangkan Layanan Kesehatan yang Lebih Komprehensif bagi Masyarakat, khususnya Kelompok Lansia dan Pralansia.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Arie Genipa Suhendi: Kimia Farma Diagnostika Terus Perkuat dan Kembangkan Layanan Kesehatan yang Lebih Komprehensif bagi Masyarakat, khususnya Kelompok Lansia dan Pralansia.

 

Example 300x600

Jakarta, Milleniumpost.id

 

PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih komprehensif bagi masyarakat, khususnya kelompok lansia dan pralansia. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Arie Genipa Suhendi, saat diwawancarai beberapa awak media, mengenai pengembangan layanan kesehatan lansia yang terintegrasi, di RS. PON, Jakarta (13/6/26)

Arie menjelaskan bahwa KFD merupakan bagian dari grup PT Kimia Farma Tbk, perusahaan farmasi milik negara pertama di Indonesia yang telah berdiri hampir dua abad dan terus berupaya memberikan kontribusi bagi kesehatan masyarakat.

Saat ini, jaringan Kimia Farma didukung lebih dari 1.000 apotek di seluruh Indonesia serta ratusan klinik dan laboratorium yang melayani masyarakat. Menurut Arie, seluruh klinik Kimia Farma telah melayani peserta BPJS Kesehatan sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan menangani berbagai penyakit yang menjadi cakupan layanan primer.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah, termasuk bagi para lansia yang membutuhkan layanan kesehatan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam upaya menjawab kebutuhan populasi lanjut usia yang terus meningkat, Kimia Farma Diagnostika tengah mengembangkan program layanan lansia terpadu atau elderly care yang mencakup layanan dari tahap pencegahan hingga perawatan jangka panjang.

Sebagai langkah awal, perusahaan akan melakukan proyek percontohan di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Klinik Kimia Farma yang berada di kawasan Jalan Yosodipuro, dekat pusat Kota Solo, akan dijadikan Center of Excellence untuk pelayanan lansia.

Menurut Arie, layanan tersebut dirancang secara menyeluruh mulai dari aspek preventif, pengelolaan penyakit kronis dan degeneratif, layanan home care, rehabilitasi medis, hingga long-term care.

“Konsepnya adalah layanan end-to-end untuk lansia. Kami ingin menghadirkan ekosistem kesehatan yang tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga kualitas hidup secara menyeluruh,” katanya.

Pada layanan klinis, KFD akan menyediakan berbagai program pengelolaan penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, osteoartritis, hingga rehabilitasi pascastroke. Layanan tersebut didukung dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, serta jaringan kerja sama dengan lebih dari 100 perusahaan asuransi dan BPJS Kesehatan.

Salah satu inovasi yang tengah dipersiapkan adalah pemeriksaan risiko Alzheimer melalui tes darah. Menurut Arie, metode ini lebih nyaman dan tidak invasif dibandingkan pemeriksaan konvensional, sehingga memungkinkan deteksi dini gangguan kognitif pada lansia.

“Pikun sering dianggap hal yang wajar karena faktor usia. Padahal kondisi tersebut bisa dideteksi lebih dini sehingga masyarakat dapat melakukan perubahan gaya hidup untuk memperlambat risiko penurunan fungsi kognitif,” jelasnya.

Selain layanan klinis, Kimia Farma Diagnostika juga menyiapkan program non-klinis yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup lansia. Program tersebut mencakup edukasi nutrisi, pengelolaan stres, peningkatan kualitas tidur, aktivitas fisik, hingga pelatihan kognitif.

Menariknya, KFD berencana menggandeng pelaku industri batik di Solo untuk menghadirkan terapi kognitif melalui kegiatan membatik. Aktivitas tersebut diharapkan dapat membantu menjaga fungsi otak sekaligus meningkatkan kesejahteraan psikologis lansia.

“Kami ingin lansia tetap aktif, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik, baik dari sisi kesehatan fisik maupun mental,” ujar Arie.

KFD juga mengembangkan layanan home care berbasis teknologi. Melalui kerja sama dengan penyedia perangkat digital, perusahaan tengah menyiapkan penggunaan jam pintar (smartwatch) yang dapat membantu memantau kondisi kesehatan lansia secara real-time.

Perangkat tersebut nantinya dapat memantau tekanan darah, pengingat konsumsi obat, jadwal pemeriksaan kesehatan, hingga lokasi pengguna melalui sistem GPS. Informasi tersebut dapat diakses oleh tenaga kesehatan maupun anggota keluarga sehingga pemantauan kesehatan lansia menjadi lebih optimal.

Arie menegaskan bahwa pengembangan layanan lansia menjadi bagian dari kontribusi Kimia Farma Diagnostika sebagai perusahaan BUMN dalam menghadapi tantangan penuaan penduduk di Indonesia.

“Lansia dan pralansia merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Kami ingin turut berkontribusi menghadirkan layanan kesehatan yang terintegrasi dan berkelanjutan agar mereka tetap sehat, mandiri, dan produktif,” pungkasnya.

“””

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *