Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Ketua PPIR DKI Jaya, Brigjen TNI (Purn) Jamaludin MSi Han Mendorong Agar Pelestarian Budaya Betawi Terus Diperkuat Melalui Pendidikan, Kegiatan Sosial Budaya, Dan Dukungan Seluruh Elemen Masyarakat

22
×

Ketua PPIR DKI Jaya, Brigjen TNI (Purn) Jamaludin MSi Han Mendorong Agar Pelestarian Budaya Betawi Terus Diperkuat Melalui Pendidikan, Kegiatan Sosial Budaya, Dan Dukungan Seluruh Elemen Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ketua PPIR DKI Jaya, Brigjen TNI (Purn) Jamaludin MSi Han
Mendorong Agar Pelestarian Budaya Betawi Terus Diperkuat Melalui Pendidikan, Kegiatan Sosial Budaya, Dan Dukungan Seluruh Elemen Masyarakat

 

Example 300x600

 

Jakarta, Milleniumpost.id

 

Dewan Adat Bamus Betawi menggelar Halal Bihalal Silaturahmi Kebangsaan dan Rapat Kerja (Raker) III Tahun 2026 di Gedung Vokasi, Jakarta, Minggu (10/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus konsolidasi masyarakat Betawi dalam menjaga pelestarian budaya di tengah perkembangan Jakarta menuju kota global.

Acara dihadiri tokoh adat, pengurus organisasi, tokoh masyarakat, pemuda Betawi, sanggar seni, hingga berbagai unsur masyarakat lainnya. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tampak mewarnai jalannya kegiatan sejak awal hingga akhir acara.

Selain menjadi ajang halal bihalal pasca-Idulfitri, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas berbagai agenda strategis terkait pelestarian budaya Betawi, pemberdayaan masyarakat adat, hingga penguatan peran generasi muda dalam menjaga identitas budaya lokal.

Dalam kegiatan itu, Ketua PPIR DKI Jaya, Brigjen TNI (Purn) Jamaludin MSi Han, turut menyinggung perhatian Prabowo Subianto terhadap budaya Betawi. Menurutnya, Presiden Prabowo dinilai memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya lokal, termasuk budaya Betawi sebagai bagian dari identitas Jakarta.

“Pada beberapa kesempatan beliau menggunakan atribut dan budaya Betawi. Itu menjadi simbol bahwa budaya Betawi harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujar Jamaludin.

Ia mengatakan pelestarian budaya Betawi tidak hanya sebatas menjaga simbol atau tradisi, tetapi juga mempertahankan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya seperti persaudaraan, toleransi, dan saling menghormati.

“Budaya Betawi bukan sekadar simbol. Yang paling penting adalah nilai-nilai di dalamnya, seperti menjaga persatuan, menghormati sesama, dan menghindari konflik. Itu yang harus diwariskan kepada generasi muda,” katanya.

Menurutnya, budaya Betawi memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial di Jakarta yang dikenal sebagai kota dengan masyarakat yang beragam.

Karena itu, ia mendorong agar pelestarian budaya Betawi terus diperkuat melalui pendidikan, kegiatan sosial budaya, dan dukungan seluruh elemen masyarakat agar identitas budaya lokal tetap terjaga di tengah arus modernisasi.

Selain membahas isu budaya, Raker III Tahun 2026 juga menjadi ruang konsolidasi organisasi dalam menyusun program kerja ke depan, termasuk penguatan kampung-kampung budaya Betawi dan peningkatan keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan kebudayaan.

Dewan Adat Bamus Betawi berharap kegiatan tersebut dapat mempererat persatuan masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi budaya Betawi dalam kehidupan sosial dan pembangunan Jakarta ke depan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *