Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

PT Malahayati Nusantara Raya Gelar Edukasi Bahaya Pinjol, Operasional Perusahaan Tetap Berjalan Sepert Biasa

19
×

PT Malahayati Nusantara Raya Gelar Edukasi Bahaya Pinjol, Operasional Perusahaan Tetap Berjalan Sepert Biasa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PT Malahayati Nusantara Raya Gelar Edukasi Bahaya Pinjol, Operasional Perusahaan Tetap Berjalan Sepert Biasa

 

Example 300x600

Jakarta, Milleniumpost.id

 

PT Malahayati Nusantara Raya (Malahayati Konsultan) kembali menggelar kegiatan edukasi literasi keuangan mengenai bahaya pinjaman online (pinjol) sebagai bagian dari program rutin perusahaan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap risiko keuangan ilegal.

 

Kegiatan yang berlangsung di Jakarta Selatan pada Jumat (3/7/2026) tersebut diikut oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Peserta memperoleh edukasi mengenai bahaya pinjaman online ilegal, pentngnya pengelolaan keuangan yang sehat, serta langkah-langkah pencegahan agar tidak terjerat praktek keuangan ilegal.

 

Di sela kegiatan, CEO PT Malahayati Nusantara Raya, Ahmad Maulana Wijaya atau yang akrab disapa Bang Ujay, didampingi Kuasa Hukum Albert dan Kepala Departemen Humas Syahroji (Oji), melayani wawancara dengan sejumlah awak media yang hadir meliput kegiatan tersebut.

 

Dalam kesempatan itu, para jurnalis menanyakan sejumlah hal terkait keberlanjutan program-program PT Malahayati Nusantara Raya, termasuk perkembangan proses administratif perusahaan yang belakangan menjadi perhatian publik.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Bang Ujay menegaskan bahwa PT Malahayati Nusantara Raya tetap berkomitmen menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang selama ini menjadi fokus perusahaan.

“Fokus kami tetap memberikan edukasi kepada masyarakat. Bagi yang belum terjerat pinjaman online, kami ingin mereka memahami risikonya agar tidak menjadi korban. Sementara bagi masyarakat yang sudah terdampak, kami hadir memberikan konsultasi, pendampingan, dan solusi agar mereka bisa bangkit kembali,” ujarnya.

Menurutnya, rendahnya literasi digital dan literasi keuangan masih menjadi salah satu penyebab utama masyarakat mudah menjadi korban pinjaman online ilegal. Karena itu, perusahaan akan terus memperluas kegiatan edukasi melalui seminar, diskusi publik, pelatihan, dan berbagai program literasi lainnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT Malahayati Nusantara Raya, Albert, turut menjelaskan perkembangan proses administratif perusahaan menyusul audiensi yang berlangsung pada Juni lalu dengan Satgas PASTI.

Ia menyampaikan bahwa perusahaan telah mengambil langkah proaktif dengan melakukan audiensi dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Sejak audiensi Juni lalu, kami terus berkoordinasi dan memproses seluruh kelengkapan administrasi yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku. Sembari proses itu berjalan, operasional perusahaan — khususnya program edukasi dan pendampingan masyarakat — tetap berjalan sepert biasa, karena memang inilah kegiatan utama kami sejak awal,” kata Albert.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Humas PT Malahayati Nusantara Raya, Syahroji (Oji), juga meluruskan berbagai informasi yang beredar mengenai model bisnis perusahaan.

Menurutnya, PT Malahayati Nusantara Raya merupakan lembaga jasa konsultasi dan bukan lembaga jasa keuangan.

“PT Malahayati Nusantara Raya atau Malahayati Konsultan adalah lembaga jasa konsultasi, bukan lembaga jasa keuangan. Kami tdak melakukan penghimpunan dana masyarakat. Kami memberikan layanan konsultasi dan pendampingan kepada masyarakat yang menghadapi persoalan, khususnya terkait pinjaman online,” jelas Oji.

Oji menambahkan, kegiatan edukasi, literasi keuangan, dan pendampingan masyarakat merupakan aktivitas int PT Malahayati Nusantara Raya sejak perusahaan berdiri, dan berjalan tanpa jeda meski proses administratif dengan regulator masih berlangsung.

“Program edukasi ini bukan hal baru, ini yang sudah kami jalankan dari awal dan tidak ada masalah dengan itu. Yang sedang kami proses adalah kelengkapan perizinan terkait layanan tertentu, dan itu berjalan paralel — tidak menghentikan operasional kami secara keseluruhan,” ujar Oji.
Ia juga menjelaskan bahwa program pembinaan UMKM yang sempat menjadi perhatian publik merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha yang usahanya terdampak akibat permasalahan pinjaman online.
Melalui program tersebut, peserta mendapatkan pembinaan usaha agar mampu memulihkan kondisi ekonomi dan kembali mengembangkan usahanya secara mandiri.

Selain itu, PT Malahayati Nusantara Raya juga terus menjalankan berbagai program sosial, mulai dari rehabilitasi rumah korban kebakaran, pelatihan kerja, diskusi publik, hingga berbagai kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Ke depan, perusahaan berencana memperluas kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah, aparat penegak hukum, serta berbagai pemangku kepentngan lainnya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Menutup wawancara, Bang Ujay menegaskan bahwa perusahaan akan terus membuka ruang komunikasi dengan regulator dan seluruh pihak terkait, sembari tetap menjalankan program-program konsultasi dan pemberdayaan masyarakat sesuai bidang usaha yang dimiliki.

“Kami berharap masyarakat semakin memahami pentngnya literasi keuangan. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan. Karena itu edukasi akan terus menjadi prioritas kami,” tutupnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *