Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Maret Samuel Sueken: *Stop Impor BBM Disebut Harga Diri Bangsa, Komisioner Rekind Soroti Keterlambatan RDMP Balikpapan*

14
×

Maret Samuel Sueken: *Stop Impor BBM Disebut Harga Diri Bangsa, Komisioner Rekind Soroti Keterlambatan RDMP Balikpapan*

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Maret Samuel Sueken:
*Stop Impor BBM Disebut Harga Diri Bangsa, Komisioner Rekind Soroti Keterlambatan RDMP Balikpapan*

 

Example 300x600

*JAKARTA* , Milleniumpost.id

 

Komisaris Independen PT Rekayasa Industri Maret Samuel Sueken menilai penghentian impor BBM bukan sekadar target pemerintah, melainkan soal kedaulatan dan harga diri bangsa. Ia mendesak percepatan seluruh proyek kilang strategis agar Indonesia segera mandiri energi.

Pernyataan itu disampaikan Maret, Kamis (3/7/2026), merespons momentum 1 Juli 2026 yang ditetapkan pemerintah sebagai awal penghentian impor solar bertahap, dilanjutkan penghentian impor bensin pada 1 Juli 2027.

“Apakah kita benar-benar telah membangun fondasi agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor BBM? Ini pertanyaan yang jauh lebih penting daripada saling menyalahkan,” ujar Maret, praktisi EPC lebih dari 26 tahun dan Ketua Umum JPKP.

*Paradoks Energi: Kaya Sumber Daya, Lemah Pengolahan*
Maret menyoroti Indonesia yang memiliki minyak bumi, gas, batu bara, panas bumi, surya, nikel, dan merupakan produsen sawit terbesar dunia. Namun sebagian kebutuhan BBM masih diimpor.

“Paradoksnya, kita membeli BBM dari pasar regional yang didukung kapasitas pengolahan di Singapura. Nilai tambah tidak hanya ditentukan oleh sumber daya, tapi kemampuan mengolahnya menjadi produk bernilai tinggi,” katanya.

Ia mengibaratkan kondisi itu seperti petani bersawah ribuan hektare tanpa penggilingan padi. “Kita jual gabah, lalu beli beras mahal. Di energi, kapasitas pengolahan kita belum memadai. Akibatnya nilai tambah dinikmati pihak lain,” ujar Maret.

*RDMP Balikpapan Masih Tertahan*
Sejak 19 Oktober 2024 menjabat Komisaris Independen PT Rekind, Maret mengaku telah tiga kali sidak ke Proyek RDMP Balikpapan. Proyek dengan Effective Date 27 Februari 2019 itu awalnya ditarget Mechanical Completion Februari 2023 dan Operational Acceptance Juli 2023. Target bergeser ke Januari 2025 dan September 2025.

“Hari ini 3 Juli 2026, lebih dari tujuh tahun berlalu. Berdasarkan sidak 13 Juni 2026 dan evaluasi tata kelola 30 Juni 2026, masih ada outstanding konstruksi dan penyelesaian komersial yang harus dipercepat,” jelasnya.

Menurutnya, setiap hari keterlambatan berarti Indonesia terus impor. “Down time adalah cost. Cost yang tidak perlu pada proyek strategis nasional pada akhirnya menjadi kerugian bangsa. Devisa terus keluar untuk energi yang bisa kita produksi sendiri,” tegasnya.

*Desak Satu Komando dan Akuntabilitas*
Maret menilai Indonesia tidak kekurangan program seperti B40, bioavtur, hilirisasi, dan transisi energi. Yang dibutuhkan adalah orkestrasi nasional di bawah satu komando Presiden, dengan satu target dan satu dashboard penyelesaian hambatan.

“Kementerian ESDM, Perindustrian, Pertanian, BUMN, Pertamina, dan kontraktor harus bergerak dalam satu sistem. Kilang bukan sekadar infrastruktur. Kilang adalah simbol kedaulatan energi bangsa,” ujarnya.

Ia juga mendorong penguatan pengawasan lapangan dan penegakan akuntabilitas. “Pengawasan yang baik bukan hanya menemukan masalah, tapi memastikan masalah tidak dibiarkan berlarut-larut. Bila ada kelalaian, harus dievaluasi. Yang bekerja profesional juga harus diapresiasi,” kata Maret.

Ia menutup dengan harapan anak-anak Indonesia tidak lagi bertanya mengapa negara kaya sumber daya justru membeli BBM dari luar. “Stop impor BBM adalah kemampuan kita mengolah kekayaan sendiri. Sejarah akan mencatat siapa yang benar-benar mewujudkannya,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *