GEKIRA Gelar Rakernas 2026, Suarakan Dukungan Pada Program Program Pembangunan Nasional Pemerintahan Prabowo
Jakarta, Milleniumpost.id
Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), organisasi sayap Partai Gerindra, menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 12–14 Juni 2026 di Hotel Novotel Pulomas, Jakarta Timur. Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Ekonomi Nasional Dalam Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto” ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus forum diskusi mengenai berbagai program strategis pemerintah.
Rakernas dibuka oleh Ketua Dewan Pembina GEKIRA, Hashim S. Djojohadikusumo, serta dihadiri Ketua Umum GEKIRA Nikson Silalahi, jajaran pengurus pusat, kader dari berbagai daerah, menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan BUMN, dan sejumlah tokoh nasional.
Ketua Panitia melaporkan bahwa hingga hari pembukaan, peserta yang hadir berasal dari 32 provinsi dari total 38 provinsi di Indonesia. Kehadiran para kader daerah tersebut menunjukkan antusiasme dan komitmen organisasi dalam memperkuat peran GEKIRA sebagai bagian dari keluarga besar Partai Gerindra.
Dalam sambutannya, para pemimpin organisasi menegaskan bahwa Rakernas tidak hanya menjadi forum evaluasi dan penyusunan program kerja, tetapi juga sarana memperkuat dukungan terhadap agenda pembangunan nasional yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai seminar nasional yang membahas isu-isu strategis, mulai dari kemandirian energi, pembangunan perumahan ramah lingkungan, ketahanan pangan, pengembangan UMKM dan koperasi, hingga kontribusi BUMN dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan paparan mengenai kemandirian energi nasional dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta pembangunan permukiman ramah lingkungan dan energi hijau dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Sementara pada hari kedua, pembahasan difokuskan pada sektor pangan dan ekonomi kerakyatan melalui seminar yang menghadirkan Menteri Pertanian, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Menteri UMKM, Menteri Koperasi, serta pimpinan sejumlah BUMN strategis.
Selain seminar, Rakernas juga menggelar sidang pleno yang membahas program kerja organisasi dan merumuskan berbagai keputusan strategis yang akan menjadi arah gerak GEKIRA pada periode mendatang.
Bendahara Umum Pimpinan Pusat GEKIRA, Impos Tampubolon, menegaskan bahwa organisasi mendukung penuh berbagai program prioritas Presiden Prabowo, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, meskipun masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaannya, program tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, terutama kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pemenuhan gizi yang memadai.
“Program MBG sangat dibutuhkan rakyat Indonesia, khususnya masyarakat yang berada di daerah-daerah dengan kondisi ekonomi yang masih terbatas. Mungkin masih ada kekurangan, tetapi program ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Impos juga menyoroti langkah pemerintah dalam memperbaiki tata kelola sektor sumber daya alam, termasuk upaya menghentikan berbagai kebocoran yang selama ini terjadi pada sektor pertambangan dan pengelolaan kawasan hutan.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memastikan sumber daya alam memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan masyarakat luas.
Ia menilai berbagai kebijakan Presiden Prabowo berpotensi menghadapi resistensi dari pihak-pihak yang selama ini menikmati keuntungan dari praktik yang tidak sejalan dengan kepentingan nasional.
“Ketika ada pihak yang merasa terganggu oleh kebijakan Presiden, tentu akan muncul upaya-upaya untuk menghambat. Karena itu kami mengajak seluruh kader Gerindra dan GEKIRA untuk terus menyuarakan kebenaran dan mendukung program-program baik yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Impos juga mengungkapkan bahwa GEKIRA tengah mempersiapkan kantor milik sendiri sebagai bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan organisasi. Selama ini, menurutnya, GEKIRA mendapatkan dukungan berbagai pihak yang membantu operasional organisasi, termasuk penyediaan kantor yang representatif.
Namun, sebagai organisasi yang ingin terus berkembang dan hadir dalam jangka panjang, kepemilikan kantor permanen dinilai menjadi kebutuhan penting.
“Puji Tuhan, melalui gotong royong para pengurus, kader, dan simpatisan, kami berhasil mewujudkan kantor milik sendiri. Memang saat ini masih dalam proses pembiayaan melalui kredit perbankan, tetapi ini menjadi langkah penting agar kegiatan GEKIRA dapat berjalan lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Rakernas GEKIRA 2026 akan ditutup pada 14 Juni 2026 dengan kegiatan field trip dan ibadah outdoor. Melalui forum ini, GEKIRA berharap dapat memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memberikan kontribusi pemikiran bagi transformasi ekonomi nasional, khususnya pada sektor energi, pangan, koperasi, UMKM, dan pembangunan berkelanjutan yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.


















