Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

PBA, ICA, dan ISDA 2026: Bisnis Bertanggung Jawab Jadi Kunci Dukung Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045

36
×

PBA, ICA, dan ISDA 2026: Bisnis Bertanggung Jawab Jadi Kunci Dukung Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PBA, ICA, dan ISDA 2026: Bisnis Bertanggung Jawab Jadi Kunci Dukung Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045

 

Example 300x600

*Peringati 24 Tahun CFCD, Tiga Penghargaan Bergengsi Apresiasi Kontribusi Dunia Usaha yang Berdampak Nyata

 

Jakarta, 29 September 2026 —

 

Corporate Forum for CSR Development (CFCD) resmi menyelenggarakan puncak penganugerahan Perempuan Berbakti Award (PBA) ke-2, Indonesian CSR Awards (ICA) ke-10, dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) ke-9 di Hotel Bidakara, Jakarta. Mengusung tema “Responsible Business in Supporting Asta Cita”, ajang ini sekaligus memperingati 24 tahun perjalanan CFCD dalam mendorong praktik tanggung jawab sosial dan keberlanjutan di Indonesia.

 

Acara ini bukan sekadar pemberian penghargaan, melainkan pernyataan komitmen bersama bahwa kemajuan ekonomi harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta pemerataan — sejalan dengan semangat Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2045.

 

Penghargaan Bukan Tujuan, Melainkan Pemacu Aksi Nyata

 

 

Dalam sambutannya, Ketua Umum CFCD, Ir. Thendri Supriatno, MBA, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pengakuan, melainkan pijakan untuk meningkatkan kualitas dan dampak program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan keberlanjutan.

 

“Kami ingin memastikan CSR dan keberlanjutan tidak berhenti pada komitmen dan narasi indah, tetapi dapat dibuktikan melalui bukti nyata, dampak terukur, inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan program. CFCD mengajak seluruh dunia usaha memperkuat kontribusinya dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Thendri.

 

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal CFCD, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, M.Si., menekankan pentingnya perencanaan yang kokoh dan berbasis data agar setiap program yang dijalankan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

“Program CSR harus berbasis data, memiliki indikator keberhasilan yang jelas, melibatkan masyarakat bukan sekadar objek, melainkan subjek pembangunan, serta menghasilkan dampak yang terukur dan berkelanjutan,” jelasnya.

Hadirkan Pemangku Kepentingan Nasional, Perkuat Semangat Kolaborasi

Penganugerahan ini dihadiri para pemimpin dari berbagai lembaga negara dan kementerian, yaitu:

– Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Dra. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si.
– Kepala Badan Standardisasi Nasional Donny Purnomo J.E., S.T.
– Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas sekaligus Kepala Sekretariat Nasional SDGs Pungkas Bahjuri Ali, S.T.P., M.S., Ph.D.
– Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Ir. Sigit Reliantoro, M.Sc.

Kehadiran mereka mempertegas bahwa pencapaian pembangunan berkelanjutan memerlukan kerja sama lintas sektor — pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, hingga lembaga pendidikan.

Pungkas Bahjuri Ali menyampaikan bahwa dunia usaha memegang peran strategis dalam mempercepat capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Dunia usaha memiliki kapasitas menghadirkan inovasi, investasi, teknologi, dan model pemberdayaan yang menjawab persoalan pembangunan secara langsung. Karena itu, praktik CSR yang selaras dengan SDGs perlu diperkuat agar menghasilkan dampak yang nyata dan terukur bagi masyarakat luas dan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Ir. Sigit Reliantoro, M.Sc., menekankan perlunya pergeseran pola pikir: kegiatan perusahaan tidak boleh sekadar memberi bantuan sosial, melainkan harus menjaga kelestarian alam.

“CSR dan keberlanjutan perlu bergerak dari sekadar kegiatan sosial menuju kontribusi nyata menjaga daya dukung lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam. Dunia usaha harus memastikan setiap langkah pembangunan tidak melampaui kemampuan lingkungan, sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat. Yang kita butuhkan adalah kebijakan yang diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan, sehingga keberlanjutan tumbuh menjadi budaya bisnis,” tegas Sigit.

Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyoroti peran sentral perempuan dalam pembangunan. “Perempuan bukan sekadar penerima manfaat, melainkan penggerak utama perubahan. Program CSR harus memperkuat kapasitas, kemandirian ekonomi, perlindungan, dan kepemimpinan perempuan di semua tingkatan,” ucapnya.

Dari sisi akuntabilitas, Kepala BSN Donny Purnomo J.E., S.T. menegaskan bahwa standar adalah fondasi kepercayaan. “Standardisasi membantu organisasi menerjemahkan komitmen terhadap kualitas, lingkungan, tata kelola, dan keberlanjutan menjadi proses yang konsisten, dapat diukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” paparnya.

Apresiasi Kepemimpinan Perempuan yang Menginspirasi

Pada kesempatan ini, CFCD juga memberikan Penghargaan Khusus BAKTI Perempuan Bagi Negeri kepada tiga tokoh perempuan yang berprestasi:

– Dra. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si. — Women of Excellence in Inspirational Leadership for the Nation
– Erma Melina Sarahwati (Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia) — Women of Excellence in Corporate Leadership Driving Energy Security for a Sustainable Future
– AKBP Heti Patmawati (Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung) — Women of Excellence in Police Leadership Advancing Public Service and Community Safety

Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dan kepemimpinan perempuan dalam pemerintahan, dunia usaha, pelayanan publik, serta keamanan dan pembangunan nasional.

Lebih dari 100 Perusahaan Berpartisipasi, Komitmen Bersama Semakin Kuat

PBA, ICA, dan ISDA 2026 diikuti lebih dari 100 perusahaan, dengan 275 peserta menghadiri acara puncak ini. Rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak peluncuran program pada Februari 2026, melibatkan proses penilaian yang ketat dan objektif.

CFCD menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mitra pendukung: PT Kaltim Prima Coal, PT Antang Gunung Meratus, PT PLN Energi Primer Indonesia, PT Bhumi Rantau Energi, PT Mifa Bersaudara, PT Borneo Indobara, PT Putra Perkasa Abadi, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT Cikarang Listrindo Tbk, PT PLN (Persero), PT PLN Indonesia Power, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), serta Yayasan Dharma Bhakti Astra.

“Melalui Penganugerahan ini, kami ingin memperkuat praktik bisnis yang bertanggung jawab, inklusif, berwawasan lingkungan, berbasis standar, dan berorientasi pada dampak nyata. Semangat kami tetap sama: BAKTI KAMI BAGI NEGERI,” tutup Thendri.

Tentang CFCD

Corporate Forum for CSR Development (CFCD) adalah wadah yang mendorong pengembangan tanggung jawab sosial perusahaan, keberlanjutan, kolaborasi multipihak, serta peningkatan kontribusi dunia usaha terhadap masyarakat dan lingkungan. Didirikan pada 24 September 2002, CFCD terus berupaya memajukan praktik CSR agar semakin strategis, terukur, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *