Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Tutur Media Digital Sukses Gelar Generasi Indonesia Bertutur (GIB) 2026: Gagasan Baru Indonesia

4
×

Tutur Media Digital Sukses Gelar Generasi Indonesia Bertutur (GIB) 2026: Gagasan Baru Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tutur Media Digital Sukses Gelar Generasi Indonesia Bertutur (GIB) 2026: Gagasan Baru Indonesia

 

Example 300x600

Jakarta, Milleniumpost.id

 

Tutur Media Digital sukses menyelenggarakan forum Generasi Indonesia Bertutur (GIB) 2026 bertajuk “Gagasan Baru Indonesia” pada Jumat, 4 September 2026.

Forum ini menjadi ruang pertemuan lintas generasi yang mempertemukan anak muda dengan para tokoh, akademisi, praktisi, dan profesional untuk membahas tantangan serta peluang menuju Indonesia Emas 2045.

 

Dalam kata sambutannya, Pemimpin Redaksi Tutur Media Digital, Adi Prasetya, menjelaskan bahwa forum ini lahir untuk mendorong peran aktif generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha, agar siap menghadapi masa depan dan menjadi penentu arah bangsa.

Adi Prasetya menegaskan forum tersebut lahir dari keyakinan bahwa generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha, tidak boleh sekadar menjadi penonton perubahan. Mereka harus mampu menjadi pelaku sekaligus penentu arah masa depan Indonesia. Generasi muda tidak cukup hanya siap menghadapi perubahan. Mereka harus mampu menciptakan perubahan.

Menurut Adi, tantangan menuju 2045 semakin kompleks. Kecerdasan artifisial mengubah dunia kerja, teknologi mengubah cara belajar dan berkomunikasi, transisi energi membuka peluang sekaligus tantangan baru, sementara disinformasi turut menguji kualitas demokrasi. Karena itu, penguasaan teknologi harus berjalan bersama pendidikan berkualitas, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan pembangunan karakter.

 

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, hadir sebagai pembicara kunci (keynote speaker). Dalam pidatonya, ia menyampaikan beberapa pesan krusial bagi generasi muda di tengah era disrupsi digital:

1 Menjadi Idea Creator: Di tengah banjir informasi dan perkembangan kecerdasan artifisial (AI), anak muda diajak untuk tidak sekadar puas menjadi pembuat konten (content creator), melainkan harus tumbuh menjadi pencipta gagasan (idea creator).

2. Mengarahkan Perubahan: Teknologi pasti akan terus berubah secara cepat. Pertanyaan terpenting bagi generasi muda bukanlah tentang perubahan itu sendiri, melainkan apakah mereka hanya akan menjadi korban perubahan atau justru menjadi generasi yang mampu mengarahkan perubahan tersebut.

 

Forum GIB 2026 ini merupakan salah satu rangkaian inisiatif besar dari Tutur Media Digital setelah sebelumnya resmi melakukan soft launching pada April 2026 lewat ajang Tutur Economic Dialogue. Media baru ini dipimpin oleh jurnalis senior Don Bosco Selamun dengan visi menjaga integritas informasi berbasis data di tengah derasnya arus informasi digital.

 

GIB 2026 menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai bidang. Abraham Samad yang berbicara mengenai bagaimana mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi. Sementara Ali Ashat dan Pri Utami, peneliti energi panas bumi dari ITB dan UGM, membahas kemandirian energi melalui pengembangan panas bumi atau geothermal.

Perspektif dunia investasi dan kemandirian ekonomi disampaikan melalui Rosmaylinda Nasution, Direktur Bisnis Indonesia Financial Group (IFG). Adapun Namira Monda, blogger dan influencer, menyampaikan perspektif generasi muda dalam menghadapi perubahan di ruang digital. Keragaman latar belakang narasumber tersebut diharapkan memperkaya perspektif mengenai persoalan Indonesia dari berbagai sudut pandang.

Pendiri dan presiden komisaris Tutur Media Digital, Don Bosco Selamun mengatakan Generasi Indonesia Bertutur sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan filosofi jurnalisme Tutur Media Digital. “Jurnalisme kami bukan sekadar menyampaikan kabar, tapi harus menuturkan makna,” ujarnya.

 

Menurut Bang Don, panggilan akrab Don Bosco Selamun, Tutur memilih mengedepankan fakta, data, konteks, independensi, dan integritas di tengah derasnya arus informasi, disinformasi, serta pemberitaan yang kerap mengejar sensasi dan viralitas. “Kami tidak ingin menjadi media yang paling berisik atau paling viral. Kami ingin menjadi media yang dipercaya,” kata Don Bosco.

Rangkaian acara juga menghadirkan special remarks Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengenai “Budaya Menjadi Indonesia”. Selain itu, tokoh perubahan Prof. Rhenald Kasali  menyampaikan perspektif mengenai bagaimana tetap relevan menghadapi human disruptions, ketika perubahan teknologi, ekonomi, dan dunia kerja bergerak semakin cepat.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *