Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Direktur Eksekutif IDPRO, Michael Abimanyu, Dorong Pengembangan Green Data Center dan Pemerataan Infrastruktur Digital Nasional

26
×

Direktur Eksekutif IDPRO, Michael Abimanyu, Dorong Pengembangan Green Data Center dan Pemerataan Infrastruktur Digital Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Direktur Eksekutif IDPRO, Michael Abimanyu, Dorong Pengembangan Green Data Center dan Pemerataan Infrastruktur Digital Nasional

​JAKARTA, Milleniumpost.id

Example 300x600

 

Asosiasi Pusat Data Indonesia (IDPRO) menekankan pentingnya memanfaatkan momentum 3 hingga 8 tahun ke depan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan pusat data (data center) dan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). IDPRO menilai potensi sektor ini sangat signifikan dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 8%, sebagaimana yang telah terbukti di beberapa negara Eropa.

​Direktur Eksekutif IDPRO, Michael Abimanyu, menyatakan bahwa Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang sangat besar untuk menjadi pemain utama pusat data di kawasan regional.

​”Indonesia memiliki keunggulan dari segi luas wilayah, letak geografis yang strategis di lintas trans-Pasifik, serta keragaman sumber daya energi. Kami di IDPRO mendorong pemerintah agar pengembangan pusat data tidak hanya bertumpu pada energi fosil, tetapi mulai beralih ke Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan energi geotermal,” ujar Michael Abimanyu.

​Strategi IDPRO dalam Peta Jalan Infrastruktur Digital:

​*Pemanfaatan Energi Hijau (EBT): Mengusulkan pemanfaatan kelebihan kapasitas (excess energy) dari pembangkit geotermal—seperti kerja sama studi dengan Pertamina Geothermal Energi di wilayah Jawa Barat, Lampung, dan Sulawesi Utara—serta pembangunan PLTS skala besar di kawasan Kepulauan Riau (Batam, Bintan, Karimun, dan Bangka).

​*Pemerataan Infrastruktur ke Indonesia Timur: Mendorong distribusi investasi pusat data keluar dari Pulau Jawa menuju wilayah timur, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Makassar, Manado, hingga Rote Ndao (NTT). Lokasi Rote Ndao dinilai sangat strategis karena hanya berjarak sekitar 300 km dari Australia, sehingga efisien untuk penarikan kabel laut (subsea cable) dan kabel listrik antarnegara.

​*Arsitektur AI Terdistribusi (Distributed AI): Mendorong penerapan arsitektur AI yang tersebar di berbagai daerah (kota Tier 2 dan Tier 3/kabupaten). Hal ini disesuaikan dengan kearifan lokal, pemprosesan bahasa daerah, serta peningkatan ekonomi digital lokal melalui UMKM dan e-commerce.

​*Penguatan Keamanan dan Sumber Daya Manusia: Menyiapkan standar Sustainable Data Center berbasis 5 Pilar IDPRO, yang mencakup keberlanjutan lingkungan (sustainability), keamanan data (security/cybersecurity), serta pengembangan talenta digital.
​IDPRO juga merekomendasikan adanya keterlibatan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai leading sector untuk menghilangkan ego sektoral antar lembaga, serta aktif berkolaborasi dengan Bappenas, Dewan Energi Nasional (DEN), dan Danantara guna mempercepat investasi infrastruktur digital yang merata di seluruh Indonesia.

​Tentang IDPRO:

IDPRO (Indonesia Data Center Provider Association) adalah wadah aspirasi dan kolaborasi bagi para pelaku industri pusat data di Indonesia yang berfokus pada pengembangan infrastruktur digital yang berkelanjutan, aman, dan berdaya saing global.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *