Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Anggota Komisi X DPR RI Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom., M.M.;  Sosok Bahlil Lahadalia bisa Menjadi Sumber Inspirasi bagi Generasi Muda, Pelaku Usaha, Pemerintah, maupun Pemangku Kepentingan lainnya untuk bersama-sama Memberikan Kontribusi bagi Pembangunan Nasional.

19
×

Anggota Komisi X DPR RI Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom., M.M.;  Sosok Bahlil Lahadalia bisa Menjadi Sumber Inspirasi bagi Generasi Muda, Pelaku Usaha, Pemerintah, maupun Pemangku Kepentingan lainnya untuk bersama-sama Memberikan Kontribusi bagi Pembangunan Nasional.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Anggota Komisi X DPR RI Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom., M.M.;  Sosok Bahlil Lahadalia bisa Menjadi Sumber Inspirasi bagi Generasi Muda, Pelaku Usaha, Pemerintah, maupun Pemangku Kepentingan lainnya untuk bersama-sama Memberikan Kontribusi bagi Pembangunan Nasional.

 

Example 300x600

Jakarta, Milleniumpost.id

 

Anggota Komisi X DPR RI Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom., M.M. menghadiri peluncuran dan bedah buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia yang digelar di The Ballroom at Djakarta Theatre, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Peluncuran 10 buku tersebut menjadi bagian dari peringatan 50 tahun Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Karya-karya tersebut merefleksikan perjalanan hidup, pengalaman, gagasan, serta pemikiran Bahlil terkait investasi, energi, sumber daya alam dan hilirisasi.

Acara tersebut turut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto yang memberikan sambutan dan apresiasi. Sejumlah tokoh nasional juga hadir, di antaranya Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dan CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.

Menurut Karmila Sari, peluncuran 10 buku tersebut bukan sekadar dokumentasi perjalanan kehidupan dan karier Bahlil Lahadalia, tetapi juga memuat berbagai gagasan yang relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan.

Karmila menilai pengalaman Bahlil yang pernah berkecimpung dalam bidang investasi hingga energi memberikan perspektif yang cukup lengkap mengenai bagaimana Indonesia mengelola sumber daya dan membangun kekuatan ekonomi nasional.

“Sepuluh buku ini sangat bagus karena tidak hanya menceritakan perjalanan hidup, tetapi juga pengalaman beliau selama berada di bidang penanaman modal, kemudian berlanjut ke sumber daya manusia dan energi. Artinya, beliau sudah menjalani berbagai fase dan memiliki pemahaman yang dapat kita adaptasikan untuk melakukan perubahan. Semoga “10 Karya Nyata untuk Negeri” menjadi pemantik semangat baru: bahwa membangun Indonesia dimulai dari karya nyata kita masing-masing,”ujar Karmila Sari seusai acara.

Ia menekankan salah satu pesan penting yang menurutnya terkandung dalam gagasan Bahlil adalah pentingnya bangsa Indonesia memiliki kemampuan untuk menguasai dan mengelola kekayaan alamnya sendiri.

“Kita harus bisa menguasai negeri kita sendiri. Artinya, bagaimana melibatkan orang Indonesia asli dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki dalam pengelolaan sumber daya, sehingga kita bisa menjadi bangsa yang kaya di negeri sendiri,” tegasnya.

Karmila juga menyoroti pentingnya hilirisasi sebagai instrumen untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Menurutnya, hilirisasi tidak boleh hanya memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah kegiatan industri.

“Dengan hilirisasi tentu kita ingin meningkatkan value. Nilai tambah itu bukan hanya bagi mereka yang berusaha, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” katanya.

Ia berharap gagasan yang dituangkan dalam 10 buku tersebut dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda, pelaku usaha, pemerintah, maupun pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional.

“Harapan kita, mereka yang mendapatkan atau membaca buku ini bisa menjadikannya sebagai ide dan kemudian ikut berkontribusi dalam pelaksanaannya. Karena ide tidak mungkin dijalankan hanya oleh satu atau dua orang. Ini harus dilakukan secara bersama-sama,” tutur Karmila.

Politisi asal Riau tersebut juga memberikan apresiasi terhadap perjalanan Bahlil Lahadalia yang dinilainya mampu membangun komunikasi dan merangkul berbagai kalangan.

Menurut Karmila, kemampuan membangun kebersamaan menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan gagasan besar pembangunan, khususnya dalam mengelola sumber daya alam dan mendorong hilirisasi.

“Yang juga patut diapresiasi adalah bagaimana beliau mampu merangkul berbagai pihak. Kebersamaan itu membuat kita semakin diakui dan tentu memberikan kesempatan yang lebih besar untuk berkontribusi,” ujarnya.

Peluncuran 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia sendiri mengangkat berbagai pemikiran mengenai pengelolaan sumber daya alam, tantangan investasi dan implementasi hilirisasi agar selaras dengan nilai-nilai Pancasila serta amanat Pasal 33 UUD 1945.

Bagi Karmila, gagasan tersebut menjadi penting di tengah upaya Indonesia memperkuat kedaulatan ekonomi dan memastikan kekayaan alam nasional memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

Karmila Sari sendiri memiliki pengalaman panjang di dunia legislatif. Sebelum menjadi Anggota Komisi X DPR RI, ia pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir periode 2009–2014 dan kemudian menjadi Anggota DPRD Provinsi Riau periode 2014–2024. Selama berada di DPRD Provinsi Riau, ia juga pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi II dan Ketua Komisi V.

Pengalaman tersebut menjadi modal Karmila dalam melihat pentingnya sinergi antara kebijakan nasional dan kebutuhan pembangunan di daerah, termasuk dalam memastikan agenda hilirisasi dan pengelolaan sumber daya alam mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Bahlil Lahadalia atas dedikasi 50 tahun berkarya. Semoga buku ini menjadi inspirasi, bukan untuk dipuja, tapi untuk diteladani. Buku ini mengajak kita semua untuk bertanya: “Apa karya nyata kita untuk negeri?” Dirgahayu 50 Tahun Bapak Bahlil. Terus berkarya untuk Indonesia.”pungkas Dr. Hj. Karmila Sari, menutup wawancara singkat dengan para awak media.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *