Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Gelar Seminar Nasional Kewirausahaam “Membangun Ekosistem Kewirausahaan Berkelanjutan untuk Mendorong Produktivitas, Inovasi, dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045.”

23
×

Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Gelar Seminar Nasional Kewirausahaam “Membangun Ekosistem Kewirausahaan Berkelanjutan untuk Mendorong Produktivitas, Inovasi, dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045.”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Gelar Seminar Nasional Kewirausahaam “Membangun Ekosistem Kewirausahaan Berkelanjutan untuk Mendorong Produktivitas, Inovasi, dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045.”

 

Example 300x600

 

Jakarta, Milleniumpost.id

 

 

Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) menyelenggarakan Seminar Nasional Kewirausahaan bertajuk “Membangun Ekosistem Kewirausahaan Berkelanjutan untuk Mendorong Produktivitas, Inovasi, dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045.”

 

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026, di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian RI, Ragunan, Jakarta Selatan, menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan generasi muda dalam membangun ekosistem kewirausahaan, khususnya di sektor pertanian.

Seminar tersebut menghadirkan Menteri Pertanian RI Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. dalam sesi opening speech, Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. sebagai keynote speaker, serta Ketua Umum PERHEPI Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryartono, M.Si. yang memberikan sambutan.

Sejumlah narasumber turut hadir, di antaranya Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P., Pengurus PERHEPI Dr. Etriya, S.P., M.M., serta Young Ambassador Agriculture Gunawan Wibisana.

Dalam keterangannya kepada awak media, Kepala BPPSDMP Dr. Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa kewirausahaan pertanian memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat regenerasi sumber daya manusia pertanian.

“Seminar kewirausahaan ini merupakan bentuk kerja sama antara PERHEPI dan Kementerian Pertanian. Kewirausahaan pertanian memiliki makna penting karena kita terus mendorong agar kewirausahaan dapat dilakukan oleh para petani di lapangan,” ujar Idha.

Menurutnya, pengembangan kewirausahaan membutuhkan sinergi antara akademisi, birokrasi, pelaku usaha, dan pemerintah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem kewirausahaan yang kuat dan berkelanjutan.

“Para pelaku usaha tentu membutuhkan dukungan, baik berupa kebijakan maupun berbagai dukungan lainnya dari pemerintah. Kami berharap dukungan tersebut dapat diberikan secara efektif untuk mendukung kewirausahaan pertanian bagi para petani,” jelasnya.

Idha juga menekankan pentingnya mendorong generasi muda, khususnya kaum milenial, untuk terjun dan mengembangkan usaha di sektor pertanian. Menurutnya, regenerasi petani merupakan tantangan penting yang harus dijawab bersama.

“Anak-anak muda milenial harus terus didorong agar dapat bekerja dan mengembangkan usahanya di sektor pertanian. Kita harus terus memperkuat regenerasi petani,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. Maliki, ST., MSIE., Ph.D., yang mewakili PERHEPI sebagai Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan, menyampaikan bahwa pengembangan kewirausahaan merupakan salah satu agenda strategis nasional.

Ia menjelaskan bahwa penciptaan wirausahawan produktif menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat kelas menengah Indonesia.

“Salah satu prioritas yang diusung oleh Presiden untuk lima tahun ke depan adalah bagaimana menciptakan wirausahawan yang produktif dan mampu berkembang. Ini menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kelas menengah kita,” ungkapnya.

Menurutnya, Kementerian Pertanian memiliki posisi strategis dalam mendorong lahirnya wirausahawan baru di sektor pertanian. Dengan dukungan ekosistem yang kuat, sektor pertanian diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Ketua Umum PERHEPI Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryartono, M.Si. menambahkan bahwa kewirausahaan merupakan pilar penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia, tidak hanya di sektor pertanian, tetapi juga di berbagai sektor lainnya.

“Kami menyambut baik kerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Bappenas dalam membangun generasi muda agar semakin banyak melihat sektor pertanian sebagai sektor yang menjanjikan,” kata Nunung.

Ia menyebutkan bahwa berdasarkan berbagai informasi dari jaringan akademisi dan komisariat PERHEPI, semakin banyak generasi muda yang mulai tertarik untuk bergerak di sektor pertanian.

“Kita ingin membangun kerja sama yang baik dengan berbagai program pemerintah. Saya kira ini akan menciptakan ekosistem yang benar-benar menjadikan petani kita lebih baik dan lebih kuat, dengan kontribusi yang signifikan,” tuturnya.

Nunung berharap berbagai program kewirausahaan dan inovasi yang dikembangkan mampu melahirkan terobosan-terobosan baru yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas serta daya saing Indonesia.

Seminar Nasional Kewirausahaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang produktif, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan semakin kuatnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, serta generasi muda, sektor pertanian diharapkan mampu menjadi salah satu motor utama transformasi ekonomi nasional dan turut mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045.

 

Berikut rumusan kesimpulan Seminar Nasional Kewirausahaan bertajuk “Membangun Ekosistem Kewirausahaan Berkelanjutan untuk Mendorong Produktivitas, Inovasi, dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045.”

 

RUMUSAN HASIL SEMINAR NASIONAL KEWIRAUSAHAAN

Tema: Membangun Ekosistem Kewirausahaan Berkelanjutan untuk Mendorong Produktivitas, Inovasi dan Transformasi Ekonomi Manuju Indonesia Emas 2045

Penyelenggara: Kementerian Pertanian RI dan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI). Setelah mengikuti rangkaian Seminar Nasional Kewirausahaan Pertanian yang Menghadirkan narasumber dari pemerintah, akademisi, organisasi profesi dan pelaku usaha, maka dapat dirumuskan beberapa  kesimpulan dan rekomendasi strategis sebagai berikut.

A. Kesimpulan

1. Pencapaian swasembada pangan yang ditargetkan pada akhir 2025 harus dikapitalisasi dengan transformasi dari pertanian tradisional ke pertanian modern. Transformasi ini menjadikan kewirausahaan, khususnya oleh generasi milenial, sebagai motor penggerak utama hilirisasi komoditas pertanian.

2. Pengembangan kewirausahaan tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Ekosistem utuh yang menyeimbangkan elemen infrastruktur, institusi, dan Interaksi digital (DEE) mutlak diperlukan untuk menjamin akses wirausaha tani dari wilayah pelosok (Periphery) ke wilayah pusat (Care Region).

9. Praktik bisnis di lapangan (seperti CV Sufarm) menegaskan bahwa komoditas pertanian paling sederhana sekalipun dapat menembus pasar modern dan ekspor apabila digerakkan dengan pendekatan inovasi varian produk, kepastian mutu melalui contract farming, dan Integrasi digital pada sistem operasionalnya.

B. Rekomendasi Langkah Strategis

1. Bagi Pemerintah (Kementerian Pertanian, Bappenas, dan Pemerintah Daerah):

* Membangun Regional Sustainable Agripreneurship Hub sebagai ekosistem layanan bersama yang mengintegrasikan inkubasi, pendampingan, pembiayaan, digitalisasi, sertifikasi, logistik, dan akses pasar.

* Kebijakan afirmatif berbasis data perlu diterapkan untuk mengurangi disparitas wilayah melalui pemerataan layanan pendukung, penguatan kelembagaan ekonomi petani berbasis klaster (misalnya Koperasi Merah Putih)

6 Tata kelola lintas lembaga dengan indikator kinerja yang berorentasi pada produktivitas, nila tambah, kontrak pasar, dan ketahanan pangan.

2. Bagi Akademisi dan Organisasi Profesi (PERHEPI):

* Memperkuat riset terapan dan inovasi dari hulu hingga hilir yang berorientasi pasar

* Mengembangkan program business matching pasca-inkubasi untuk memperluas akses pembiayaan, pasar, dan jejaring usaha berbasis kerangka Gravitational Ecosystem.

 

3. Bagi Pelaku Usaha den Generasi Muda:

* Meningkatkan produktivitas melalui inovasi berkelanjutan serta mengadopsi Transformasi digital secara bertahap, mulai dari pencatatan dan pembayaran digital hingga Enterprise Resource Planning (ERP), ketertelusuran, dan analitik.

6 Memperkuat kemitraan melalui contract farming, meningkatkan standar mutu, serta memanfaatkan pembiayaan berbasis kinerja untuk memperluas akses pasar domestik maupun ekspor.

PENUTUP

Demian rumusan hasil Seminar Nasional Kewirausahaan ini disusun agar dapat menjadi landasan langkah aksi (Action Pian) bagi para pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang adaptif, Inovatif, kohesif, dan berkelanjutan manuju Indonesia Emas 2045.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *