Drh. Melky Angsar, M.Sc., (Plt. Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur): Pemerintah Provinsi NTT Mengapresiasi Tinggi Kehadiran Program KITA SEHAT
Jakarta, Milleniumpost.id
Kementerian PPN/Bappenas bersama Kedutaan Besar Australia resmi meluncurkan Program Kemitraan Indonesia-Australia untuk Transformasi Kesehatan (KITA SEHAT) di Jakarta, Senin (20/7/2026). Program kolaborasi internasional ini secara khusus difokuskan untuk memperkuat layanan dasar kesehatan hewan di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) serta menjaga status Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).
Pertahankan Status Bebas PMK dan Perekonomian Ternak
Pemerintah Provinsi NTT mengapresiasi tinggi kehadiran program KITA SEHAT. Langkah ini dinilai relevan dengan kebutuhan penanganan penyakit maupun pemeriksaan laboratorium di tingkat tapak agar seluruh kasus kesehatan hewan ternak di wilayah NTT dapat ditangani secara terukur dan optimal.
“Layanan dasar itu apa? Yaitu tentang layanan dasar di pusat kesehatan hewan (Puskeswan). Semua pusat kesehatan hewan yang ada di NTT memang perlu diperbaiki dalam hal penanganan kasus penyakit maupun pemeriksaan penyakit,” ujar drh. Melky Angsar, M.Sc., Plt. Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur, usai peluncuran Program Kemitraan Indonesia-Australia.
Lebih lanjut, Melky menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan status bebas PMK dan LSD secara berkelanjutan berdampak langsung pada posisi NTT sebagai eksportir ternak nasional. NTT senantiasa diandalkan untuk memasok ternak sapi ke Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sumatra.
Pelatihan Petugas dan Program di Tiga Kabupaten Lokus
Menindaklanjuti peluncuran program, rapat permulaan telah dilaksanakan. Pemerintah daerah menyiapkan agenda pelatihan intensif yang ditujukan langsung ke tingkat kabupaten sasaran.
“Kami akan melakukan kegiatan di tiga kabupaten lokus, yaitu Kabupaten Belu, Kabupaten Sumba Barat Daya, dan Kabupaten Sikka, untuk memperkuat layanan dasar, pelatihan petugas Puskeswan, serta perbaikan laboratorium kesehatan hewan,” kata Melky.
Optimalisasi Sistem Laporan Digital iSIKHNAS
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan perbaikan sarana laboratorium di kabupaten lokus bertujuan mempercepat proses diagnosis penyakit. Skema capacity building ini dipadukan dengan penguatan teknologi informasi nasional.
“Aplikasi nasional sistem informasi Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) akan diperkuat agar pelaporannya bisa lebih cepat. Laporan kasus makin cepat, diagnosa makin cepat, otomatis penanganannya pasti lebih cepat dan tidak menyebar ke mana-mana,” tutur Melky.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto


















