Teddy Alamsyah: Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Tegaskan Komitmen untuk Terus Mendukung Keberlanjutan Industri BPR/BPRS serta Memperkuat Posisinya sebagai Mitra Utama Pembiayaan Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.
Jakarta, Milleniumpost.id
Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Menggelar Musyawarah Nasional (Munas) XII yang
Mengusung tema “Akselerasi Peran dan Fungsi Industri BPR-BPRS sebagai Mitra Strategis UMKM untuk Meningkatkan Kontribusi terhadap Perekonomian Nasional” dan kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah pengembangan industri BPR-BPRS di tengah dinamika perekonomian nasional.
Teddy Alamsyah mengatakan saat ditemui awak Media bahwa Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keberlanjutan industri BPR/BPRS serta memperkuat posisinya sebagai mitra utama pembiayaan Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian agenda Musyawarah Nasional
(Munas) DPP Perbarindo.
Adapun Munas Perbarindo yang berlangsung selama dua hari tersebut memiliki sejumlah agenda strategis, antara lain:
1. Penyusunan dan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
2.Penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan DPP Perbarindo periode 2022–2026.
3. Penyusunan program kerja strategis organisasi untuk periode mendatang.
4. Pemilihan Ketua Umum serta penetapan Dewan Pengawas dan Pengurus Harian DPP Perbarindo periode 2026–2030.
Tedy Alamsyah menegaskan, Munas XII merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali. Namun, lebih dari sekadar agenda rutin, Munas menjadi forum tertinggi organisasi untuk mengevaluasi perjalanan, memperkuat soliditas, serta menyatukan langkah dalam memperjuangkan kepentingan industri BPR-BPRS.
Teddy Alamsyah sebagaiKetua Umum Perbarindo menyampaikan bahwa Munas ini bertujuan untuk menjaga sustainability (keberlanjutan) organisasi dan industri BPR/BPRS sebagai alat perjuangan tunggal industri keuangan mikro di tanah air.
Respons Terhadap Transformasi Digital & AI
Menanggapi isu pemanfaatan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) dalam sektor perbankan dan UMKM, Perbarindo menekankan pendekatan yang realistis dan terukur.
Fokus pada Industri 4.0: Saat ini BPR/BPRS fokus pada pemanfaatan teknologi tingkat Industrial Revolution 4.0, seperti penggunaan koneksi internet, komputasi/IoT, dan pemodelan sistem untuk efisiensi operasional.
Penggunaan Innovative Credit Scoring (ICS): BPR/BPRS menerapkan teknologi analisis kredit berbasis Big Data (Innovative Credit Scoring) untuk mempermudah proses verifikasi dan pengumpulan data, sehingga mempercepat layanan kredit tanpa harus mengorbankan ketelitian.
Peran Teknologi sebagai Co-Pilot: Perbarindo menegaskan bahwa penerapan teknologi maupun AI bukan untuk menggantikan peran manusia (not to replace), melainkan sebagai alat bantu (coach atau co-pilot) yang mempercepat proses. Keputusan akhir tetap berada di tangan expert person melalui komite kredit yang melibatkan ahli di bidang bisnis, risiko, kepatuhan, dan legal.
Komitmen Terhadap Pelaku UMKM
Perbarindo menegaskan bahwa BPR/BPRS yang jumlahnya mencapai lebih dari 1.400 lembaga di seluruh Indonesia pada dasarnya lahir dan hadir untuk melayani pelaku UMKM, khususnya kelompok unbankable yang tidak terjangkau oleh bank umum.
Tedy menekankan bahwa keberadaan BPR dan BPRS memiliki arti strategis bagi penguatan ekonomi kerakyatan. Kedekatan dengan masyarakat dan pelaku usaha lokal menjadikan industri ini memiliki posisi penting dalam memperluas akses layanan keuangan, khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam menjawab tantangan UMKM untuk “naik kelas”, Perbarindo mendorong adanya keberpihakan regulasi dan fleksibilitas proses bisnis. Karena karakter UMKM yang unik, diperlukan kesamaan pandangan antara regulator (seperti OJK dan LPS) dengan BPR/BPRS dalam menciptakan iklim regulasi yang kondusif.
Melalui penyelenggaraan Munas ini, Perbarindo berharap seluruh program kerja yang dirumuskan di masing-masing komisi dapat terealisasi secara kolaboratif (kolektif kolegial) demi menjawab tantangan industri dan memperkuat perekonomian nasional di masa depan.
Tedy Alamsyah menyebut Industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) dihadapkan beberapa tentangan dan tantangan ini meliputi penguatan permodalan dan konsolidasi hingga kualitas tata kelola dan manajemen risiko.
Tentang Perbarindo:
Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) adalah organisasi wadah bagi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di seluruh Indonesia yang berfokus pada pengembangan industri perbankan mikro dan pemberdayaan UMKM.


















