Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Dari Gudang Buku ke Rumah Literasi: Perpustakaan Gampong Limpok Bangkit Lewat Sentuhan KKN USK

15
×

Dari Gudang Buku ke Rumah Literasi: Perpustakaan Gampong Limpok Bangkit Lewat Sentuhan KKN USK

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Dari Gudang Buku ke Rumah Literasi: Perpustakaan Gampong Limpok Bangkit Lewat Sentuhan KKN USK

Example 300x600

 

GAMPONG LIMPOK, Milleniumpost.id

 

 

Selama bertahun-tahun Perpustakaan Gampong Limpok hanya jadi tempat penyimpanan buku yang jarang tersentuh. Namun selama 30 hari, 7 Juli – 5 Agustus 2026, wajahnya berubah total berkat Kelompok KKN Tematik Literasi LT-22 Universitas Syiah Kuala.

Di bawah bimbingan DPL Bapak Hasanuddin, S.P., M.Si, 12 mahasiswa datang bukan hanya untuk mengabdi, tapi untuk membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Fokus utama mereka: menghidupkan kembali budaya membaca di tengah masyarakat.

Langkah pertama yang dilakukan adalah revitalisasi fisik. Bersama Kepala Perpustakaan Bu Mutia, S.Ud, mahasiswa menata ulang rak, mengelompokkan buku berdasarkan usia dan tema, serta membuat sudut baca yang nyaman dengan karpet dan bantal warna-warni. Tujuannya satu: membuat anak-anak betah berlama-lama.

Tidak berhenti di penataan. Mahasiswa juga melakukan inventarisasi koleksi untuk pertama kalinya. Data buku yang sebelumnya tercecer kini terdokumentasi rapi. Ini penting agar pengelolaan perpustakaan ke depan lebih mudah dan akuntabel.

Bagian paling hidup adalah program literasi untuk anak SD. Setiap sore, perpustakaan ramai. Ada sesi “Read Aloud” di mana mahasiswa membacakan dongeng dengan intonasi dan alat peraga. Ada “Book Review Kreatif” di mana anak diminta menggambar ulang isi cerita. Ada juga “Young Writer” untuk melatih mereka menulis cerita pendek.

Anak-anak yang awalnya malu kini berebut maju. “Dulu saya tidak suka baca, sekarang saya suka karena ceritanya seru,” kata Fathia, siswi kelas 3. Bukti kecil bahwa pendekatan menyenangkan memang berhasil.

Keuchik Gampong Limpok, Pak Ikhsan, mengapresiasi penuh. Menurutnya, investasi di literasi adalah investasi SDM jangka panjang. Perangkat gampong bahkan ikut membantu menyediakan konsumsi dan sound system saat kegiatan.

Di akhir masa KKN, mahasiswa meninggalkan modul kegiatan dan jadwal rutin. Harapannya sederhana: Perpustakaan Gampong Limpok tidak kembali sepi. “Kami ingin ini jadi rumah kedua anak-anak untuk belajar dan bermimpi,” tutup Koordinator Kelompok.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *