Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

KONSOLIDASI II RAKYAT FORNAS-08: NEHEMIA LAWALATA BONGKAR SEJARAH 34 TAHUN PERJUANGAN MENGANTARKAN PRABOWO KE ISTANA

14
×

KONSOLIDASI II RAKYAT FORNAS-08: NEHEMIA LAWALATA BONGKAR SEJARAH 34 TAHUN PERJUANGAN MENGANTARKAN PRABOWO KE ISTANA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

KONSOLIDASI II RAKYAT FORNAS-08: NEHEMIA LAWALATA BONGKAR SEJARAH 34 TAHUN PERJUANGAN MENGANTARKAN PRABOWO KE ISTANA

Example 300x600

Relawan Sepakat Kawal Astacita, Kuatkan Ekonomi Rakyat Lewat Koperasi Merah Putih

 

Jakarta, Milleniumpost.id

 

Forum Komunikasi Nasional (FORNAS)-08 menggelar *Konsolidasi II Rakyat* bertajuk _”Silaturahmi dan Musyawarah Organisasi Relawan Pendukung Program Astacita Presiden Prabowo”_ pada Sabtu, 11 Juli 2026 di Hotel Alia, Jakarta Pusat.

Acara ini menjadi titik temu lebih dari 150 organisasi relawan pendukung Prabowo Subianto dari seluruh Indonesia untuk memperkuat sinergi, menyamakan visi, dan menyusun strategi pengawalan implementasi 8 Program Prioritas Astacita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.

*1. 34 Tahun Perjuangan: Dari Amanah Prof. Sumitro Hingga Prabowo Presiden*

Dalam sesi pemaparan utama, tokoh senior *Nehemia Lawalata* membongkar sejarah panjang di balik kemenangan Prabowo Subianto. Menurutnya, ini bukan kemenangan yang terjadi dalam semalam.

“Keberhasilan Bapak Prabowo menjadi Presiden Republik Indonesia bukanlah proses yang instan. Ini adalah hasil dari perjuangan panjang yang telah dirancang sejak sekitar 34 tahun silam,” tegas Nehemia di hadapan para pimpinan relawan.

Nehemia menyebut gagasan besar itu berawal dari *almarhum Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo*, ayah dari Prabowo, yang mewariskan konsep ekonomi-politik kerakyatan untuk Indonesia. Ia mengaku mendapat amanah langsung untuk membantu mengerjakan agenda politik dan ekonomi sesuai cita-cita besar tersebut.

Sejak awal 1990-an, Nehemia bersama jaringan generasi muda, organisasi kepemudaan, hingga alumni Kelompok Cipayung di berbagai daerah mulai membangun fondasi gerakan. Tujuannya satu: mengantarkan kepemimpinan nasional yang berdaulat dan berpihak pada rakyat.

“Pasca-Reformasi 1998 komunikasi sempat terputus. Tapi ketika Pak Prabowo kembali dari Yordania, kami bertemu lagi. Saat itu kami dorong beliau untuk membentuk partai politik sebagai kendaraan perjuangan. Tantangannya luar biasa, termasuk soal pendanaan dan konsolidasi,” kenang Nehemia.

*2. Diagnosis Bangsa 2014-2019 dan Solusi Ekonomi Kerakyatan*
Nehemia menilai periode 2014-2019 Indonesia menghadapi krisis multidimensi: politik, ekonomi, persatuan, hingga kebudayaan. Di tengah situasi itu, ia menyebut konsep yang diwariskan Prof. Sumitro menjadi relevan kembali.

“Konsep itu menerima mekanisme ekonomi pasar, tapi tetap berpihak kepada kepentingan rakyat dan menolak paham komunisme. Hubungan antara negara, pasar, dan rakyat harus seimbang. Negara hadir melindungi, pasar berjalan sehat, rakyat jadi subjek bukan objek,” jelasnya.

Inilah yang kemudian menjadi ruh dari *Program Astacita*, khususnya dalam poin pemerataan ekonomi dan penguatan ketahanan pangan.

*3. Dukung Penuh Astacita & Koperasi Merah Putih*
Nehemia secara khusus mengapresiasi langkah Presiden Prabowo menghidupkan kembali *Koperasi Merah Putih* sebagai instrumen utama ekonomi rakyat.

“Konglomerasi tetap boleh berkembang, tetapi harus bertumpu pada kekuatan ekonomi rakyat. Negara, pasar, dan koperasi harus berjalan beriringan agar tercipta keadilan ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, Koperasi Merah Putih memiliki peran strategis untuk menjaga stabilitas harga komoditas pertanian, perikanan, dan produk UMKM. Dengan begitu, keuntungan tidak hanya dinikmati tengkulak, tetapi langsung dirasakan petani dan nelayan.

Ia juga menekankan pentingnya mengakhiri praktik feodalisme dan politik transaksional. “Indonesia harus kembali kepada semangat Proklamasi, nilai-nilai Pancasila, dan UUD 1945 sebagai dasar pembangunan nasional,” katanya.

*4. Pesan Penutup: Relawan Harus Jadi Garda Terdepan Pengawal Kebijakan*
Menutup pemaparan, Nehemia mengajak seluruh elemen FORNAS-08 untuk tidak larut dalam euforia kemenangan. Tugas relawan sekarang adalah mengawal agar program-program Astacita benar-benar dijalankan sampai ke desa.

“Kita harus kembali kepada cita-cita Proklamasi dan Undang-Undang Dasar 1945. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, saya optimistis Indonesia Raya akan semakin maju dan mampu mengembalikan kedaulatan bangsa di bidang politik maupun ekonomi,” tutupnya disambut tepuk tangan peserta.

*5. Hasil Konsolidasi II FORNAS-08*
Dalam musyawarah, FORNAS-08 menyepakati 3 langkah strategis ke depan:
1. *Pembentukan Satgas Astacita Daerah* di 38 provinsi untuk mengawal program prioritas sampai tingkat kabupaten/kota.
2. *Penguatan Literasi Koperasi Merah Putih* kepada 1 juta UMKM dan petani melalui jaringan relawan.
3. *Deklarasi Relawan Anti Politik Uang dan Feodalisme* sebagai komitmen moral mendukung pemerintahan bersih.

Ketua Umum FORNAS-08 dalam sambutannya menegaskan, “Relawan tidak boleh berhenti setelah pilpres. Kita adalah mitra kritis pemerintah untuk memastikan janji Astacita diwujudkan.”

*Tentang FORNAS-08*

Forum Komunikasi Nasional (FORNAS)-08 adalah gabungan organisasi relawan nasional pendukung Prabowo Subianto. FORNAS-08 berkomitmen mengawal dan menyukseskan 8 Program Prioritas Astacita untuk mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, Adil, dan Sejahtera.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *