Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Lanjut Usia (PKLU) GPIB Paulus Gelar Talk Show  “Pancasila, Kebangsaan, Keragaman, dan Globalisasi” dengan Presiden Republik Indonesia ke-5, Prof.DR. (HC).HJ. Megawati Soekarnoputri Sebagai Penceramah Tunggal

9
×

Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Lanjut Usia (PKLU) GPIB Paulus Gelar Talk Show  “Pancasila, Kebangsaan, Keragaman, dan Globalisasi” dengan Presiden Republik Indonesia ke-5, Prof.DR. (HC).HJ. Megawati Soekarnoputri Sebagai Penceramah Tunggal

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Lanjut Usia (PKLU) GPIB Paulus Gelar Talk Show  “Pancasila, Kebangsaan, Keragaman, dan Globalisasi” dengan Presiden Republik Indonesia ke-5, Prof.DR. (HC).HJ. Megawati Soekarnoputri Sebagai Penceramah Tunggal

 

Example 300x600

Jakarta, 21 April 2026 –

 

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Paulus Jakarta melalui Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Lanjut Usia (PKLU) menggelar talk show bertajuk “Pancasila, Kebangsaan, Keragaman, dan Globalisasi” yang menghadirkan Presiden Republik Indonesia ke-5, Prof.DR. (HC).HJ. Megawati Soekarnoputri di GPIB Paulus Jakarta, Selasa (21/04/26).

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi kebangsaan lintas generasi, khususnya bagi kaum lanjut usia, untuk mempererat rasa persatuan sekaligus memperluas wawasan terkait peran nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Dalam sambutannya, Megawati menekankan bahwa kekuatan suatu bangsa terletak pada konsistensi dalam menjaga dan menjalankan konstitusi serta nilai-nilai dasar negara. Ia menyoroti pentingnya menjaga marwah para pendiri bangsa agar tidak terkikis oleh perubahan yang tidak berlandaskan pada kepentingan nasional.

“Pancasila itu bukan sekadar dihafalkan, tetapi harus dihayati dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Kalau hanya menjadi kata-kata, maka kita kehilangan ruh kebangsaan,” tegasnya.

Megawati juga mengingatkan bahwa seluruh sila dalam Pancasila sejatinya tidak ada yang sulit untuk diterapkan, selama masyarakat benar-benar memahami dan menginternalisasikannya sejak dini. Menurutnya, peran keluarga—khususnya para ibu—sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda.

Selain itu, ia menyoroti tantangan globalisasi yang dapat mengikis nasionalisme jika tidak diimbangi dengan ketahanan budaya dan identitas bangsa. Ia mengingatkan agar masyarakat Indonesia tetap bangga terhadap jati diri nasional di tengah arus global.

“Silakan belajar ke seluruh dunia, tetapi jangan pernah lupa pulang sebagai Indonesia. Nasionalisme itu harus tetap dijaga,” ujarnya.

Dalam sesi dialog, Megawati juga menyinggung berbagai isu strategis, mulai dari dinamika ekonomi global, pentingnya kemandirian bangsa, hingga ancaman sosial seperti penyalahgunaan narkotika yang perlu diwaspadai oleh keluarga dan masyarakat.

Kegiatan ini disambut antusias oleh peserta yang didominasi kalangan lanjut usia. Melalui forum ini, PKLU GPIB Paulus tidak hanya memperkuat pembinaan iman, tetapi juga menghadirkan ruang edukasi kebangsaan yang relevan dengan tantangan zaman.

Sebagai bagian dari Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat, PKLU berkomitmen untuk terus mendorong lansia agar tetap aktif, sehat, mandiri, dan berperan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Acara ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antar generasi dalam menjaga keutuhan bangsa serta menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama Indonesia di era globalisasi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *