Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah Gelar Halal Bihalal Dengan Tema “Merajut Silaturahim, Menguatkan Sinergi Halal Menuju Indonesia Pusat Industri Halal Dunia.

11
×

Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah Gelar Halal Bihalal Dengan Tema “Merajut Silaturahim, Menguatkan Sinergi Halal Menuju Indonesia Pusat Industri Halal Dunia.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah Gelar Halal Bihalal Dengan Tema “Merajut Silaturahim, Menguatkan Sinergi Halal Menuju Indonesia Pusat Industri Halal Dunia.

Jakarta, Milleniumpost.id

Example 300x600

 

DPP Hidayatullah menggelar Halal Bihalal Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatulah dengan tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Sinergi Halal Menuju Indonesia Pusat Industri Halal Dunia” di DPP Hidayatullah Jakarta pada hari kamis 9/4/2026.

Dalam wawancara bersama awak media, Ketua Umum KH. Naspi Arsyad menyampaikan pandangan tegas terkait pentingnya kesadaran pola konsumsi di kalangan umat Islam, khususnya di Indonesia. Ia menegaskan bahwa apa yang disuarakan bukanlah bentuk kebencian, melainkan sikap moral yang selaras dengan amanat konstitusi bangsa.

Menurut KH. Naspi Arsyad semangat yang diusung sejalan dengan nilai-nilai dalam Undang-Undang Dasar 1945, yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Namun, realitas yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa konflik dan penjajahan di wilayah Palestina masih berlangsung.

Ia menyoroti bahwa kekuatan finansial yang menopang pihak Israel tidak terlepas dari jaringan bisnis global, termasuk sektor makanan, minuman, dan produk konsumsi lainnya. Ironisnya, sebagian dari produk tersebut memiliki pasar besar di negara-negara dengan mayoritas Muslim, termasuk Indonesia.

“Dengan jumlah umat Islam mencapai sekitar 85 persen dari total penduduk, Indonesia menjadi pangsa pasar yang sangat besar dan menggiurkan bagi berbagai jenis bisnis, termasuk produk-produk yang memiliki keterkaitan dengan Israel,” ujar KH. Naspi Arsyad

Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukanlah ajakan untuk membenci, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif. Jika tidak ada konflik atau penjajahan, menurutnya, tidak akan ada persoalan terhadap produk-produk tersebut. Namun, karena adanya dugaan bahwa keuntungan dari konsumsi produk tertentu dapat menjadi bagian dari dukungan tidak langsung terhadap konflik, maka umat perlu mengambil sikap.

“Sebagai saudara seagama, kita tentu tidak ingin tragedi kemanusiaan seperti genosida terus berlangsung. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan lebih bijak dalam memilih produk yang kita konsumsi,” tambahnya.

KH. Naspy Arsyad Hasat berharap masyarakat dapat memahami bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, bukan tindakan diskriminatif. Ia mengajak seluruh elemen umat untuk meningkatkan kesadaran dan memperkuat peran sebagai konsumen yang bertanggung jawab dalam mendukung perdamaian dan keadilan global.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *