Refleksi 3 Tahun Jaga Sawitan, GAPKI Mendorong Penguatan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Di Industri Sawit
Jakarta, Milleniumpost.id
Jaringan Ketenagakerjaan Sawit Berkelanjutan (JAGA SAWITAN) menggelar Dialog Pemangku Kepentingan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pilar Sawit Berkelanjutan dalam rangka refleksi tiga tahun perjalanan organisasi tersebut, pada Jumat (13/3/2026), bertempat di Hotel Ashley. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mrmperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan implementasi K3 di sektor Industri kelapa sawit.
Kegiatan refleksi 3 tahun jaga sawitan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan yang membahas penguatan K3 di sektor perkebunan sawit.

Presiden Jaga Sawitan, Nursanna Marpaung, menegaskan pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam industri kelapa sawit sebagai bagian dari upaya mewujudkan sawit berkelanjutan.
Menurut Nursanna, selama beberapa tahun terakhir Jaga Sawitan telah melakukan berbagai upaya bersama para mitra, termasuk Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), untuk mendorong praktik sawit berkelanjutan. “Tahun lalu kami lebih fokus pada pemberdayaan perempuan di sektor sawit. Tahun ini, memasuki tahun ketiga, kami menekankan pentingnya K3 karena dalam bekerja yang paling utama adalah keselamatan,” ujarnya.
Nursanna menilai, agar K3 dapat menjadi budaya di industri sawit, diperlukan panduan yang jelas bagi seluruh pemangku kepentingan, baik perusahaan maupun pekerja.
” Organisasi pekerja juga perlu memasukkan unsur K3 dalam organisasinya agar kedua belah pihak memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja katanya.
la juga menekankan pentingnya penerapan alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan kondisi lapangan serta keterlibatan pekerja dalam pelaksanaan program K3 di perusahaan.
Menurut Nursanna, dukungan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan organisasi pekerja semakin kuat dalam membangun hubungan industrial yang lebih dewasa.
Jaga Sawitan pada dasarnya adalah dialog sosial. Kedua pihak memahami posisi masing-masing dan bekerja bersama untuk mencari solusi,” jelasnya.
Nursanna, berharap deklarasi dan komitmen yang disampaikan dalam forum tersebut dapat diimplementasikan secara nyata sehingga dalam beberapa tahun ke depan dapat menghasilkan panduan dan praktik K3 yang lebih baik di sektor kelapa sawit ,tambah Nursanna Marpaung Presiden Jaga Sawitan.


















