Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

PHI Alam Lestari dan Agasco Ltd Teken MoU Pengembangan Proyek Berkelanjutan

27
×

PHI Alam Lestari dan Agasco Ltd Teken MoU Pengembangan Proyek Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PHI Alam Lestari dan Agasco Ltd Teken MoU Pengembangan Proyek Berkelanjutan

Jakarta, Milleniumpost.id

Example 300x600

 

Sebuah langkah strategis menuju penguatan ekonomi hijau Indonesia resmi dimulai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama antara PHI Alam Lestari dan Agasco Ltd, yang berlangsung pada Minggu, 1 Maret 2026, di Hotel Mulia Senayan, Jakarta.

PHI Alam Lestari merupakan korporasi nasional yang bergerak di bidang pengembangan kawasan wisata dan energi berkelanjutan. Sementara itu, Agasco Ltd adalah perusahaan multinasional yang berfokus pada pengembangan proyek karbon global dan dipimpin oleh Ben Atkinson, seorang veteran dalam perdagangan karbon internasional.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh CEO Agasco Ben Atkinson dan CEO PHI Alam Lestari Donny Pur, sekaligus menandai dimulainya kolaborasi strategis dalam pengembangan proyek karbon berbasis alam (nature-based solutions) di Indonesia.

Kesepakatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja bersama Kementerian Kehutanan Republik Indonesia di Jakarta yang diterima langsung oleh Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, dalam rangka memperkuat dukungan terhadap pengembangan ekonomi karbon nasional.

Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan akan menjajaki berbagai peluang pengembangan proyek karbon, konservasi hutan, serta integrasi pengelolaan kawasan dengan sektor pariwisata alam berkelanjutan.

Ben Atkinson dikenal sebagai salah satu pelaku senior dalam pasar karbon internasional dengan pengalaman mengembangkan puluhan proyek pengurangan emisi di berbagai negara. Melalui Agasco—perusahaan yang berbasis di London, Inggris berbagai proyek karbon berbasis energi, konservasi, serta pengelolaan ekosistem telah dikembangkan dan menjadi bagian penting dalam ekosistem pasar karbon global.

Indonesia sendiri dinilai memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi karbon dunia, mengingat luasnya kawasan hutan tropis yang berpotensi menghasilkan kredit karbon berbasis alam.

CEO PHI Alam Lestari, Donny Pur, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun model bisnis kawasan yang memadukan konservasi lingkungan, pariwisata alam, dan ekonomi karbon.

“Indonesia memiliki kekayaan ekosistem yang luar biasa. Kolaborasi dengan Agasco membuka peluang agar pengelolaan kawasan tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga menghasilkan nilai karbon dan keberlanjutan yang diakui secara global,” ujarnya, didampingi oleh komisaris PHI Alam Lestari Ananta Agung Junaedy.

PHI Alam Lestari selama ini mengembangkan sejumlah kawasan berbasis ekosistem dan pariwisata alam di berbagai wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera.

Menurut Donny, kerja sama tersebut diharapkan dapat melahirkan model pengelolaan kawasan hijau yang mampu memberikan nilai ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, Ben Atkinson menilai Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi karbon terbesar di dunia.

“Indonesia memiliki modal alam yang sangat kuat. Melalui kemitraan dengan PHI Alam Lestari, kami ingin mengembangkan proyek karbon yang kredibel, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan serta masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kemitraan ini akan membuka jalan bagi pengembangan berbagai proyek karbon berbasis alam yang terintegrasi dengan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.

Senada dengan hal tersebt, Managing Director PT. Agasco Indonesia sebagai perpanjangan tangan Agasco Ltd., Made Hariyantha, menilai kerja sama ini sebagai momentum penting bagi Indonesia untuk mengambil posisi strategis dalam peta ekonomi hijau global.

“Pasar karbon dunia sedang tumbuh sangat cepat. Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton. Dengan kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa potensi hutan dan ekosistem Indonesia dapat dikelola secara profesional dan memberikan nilai ekonomi yang optimal bagi negara,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pelaksana PHI Alam Lestari Ade Swargo menekankan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan tahap awal dari proses pengembangan proyek yang lebih luas.

“Hari ini adalah kick-off meeting. Setelah ini kami akan masuk pada tahap pemetaan proyek, pengembangan metodologi karbon, hingga implementasi di beberapa kawasan prioritas yang telah kami siapkan di Jawa dan Sumatera,” jelasnya.

Agasco dan PHI Alam Lestari menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan model kolaborasi baru yang menghubungkan konservasi alam, pembangunan ekonomi, dan pasar karbon global sebuah langkah yang tidak hanya berbicara tentang bisnis, tetapi juga tentang masa depan hutan Indonesia dan posisi negara ini dalam arsitektr ekonomi hijau dunia.

Ditambahkan oleh Donny Pur “Kerjasama strategis ini memiliki peranan penting dalam ekositem bisnis PHI group yang selama ini bergerak dibidang pariwisata dan juga perhotelan karena akan menjadikan lini bisnis semakin lengkap dan bermanfaat,” papar pria yang banyak menyabet penghargaan baik nasional maupun internasional ini.( iis )

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *