Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Noorca M Massardi “Apresiasi Lembaga Sensor Film: Konsistensi Kebudayaan sebagai Dasar Peradaban”

4
×

Noorca M Massardi “Apresiasi Lembaga Sensor Film: Konsistensi Kebudayaan sebagai Dasar Peradaban”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Noorca M Massardi
“Apresiasi Lembaga Sensor Film: Konsistensi Kebudayaan sebagai Dasar Peradaban”

 

Example 300x600

Jakarta, Milleniumpost.id

 

Universitas Nasional secara resmi mengukuhkan Fadli Zon sebagai Profesor Kehormatan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik yang berlangsung di Auditorium kampus, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Prosesi akademik tersebut dipimpin langsung oleh Rektor El Amry Bermawi Putera, yang menegaskan bahwa penganugerahan gelar kehormatan ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi terhadap dedikasi dan kontribusi nyata Fadli Zon dalam kebudayaan, pendidikan, serta pemikiran kebangsaan.

Rektor El Amry menjelaskan bahwa kiprah Fadli Zon dalam pelestarian sejarah, penguatan literasi budaya, serta diplomasi kebudayaan nasional dan internasional menunjukkan keselarasan yang kuat dengan nilai-nilai Universitas Nasional yang diwariskan oleh sastrawan dan pendiri kampus, Sutan Takdir Alisjahbana. Menurutnya, kontribusi tersebut tidak hanya berhenti pada ranah sektoral atau administratif, tetapi telah merambah dimensi akademik, sosial, hingga peradaban global. Ia menambahkan bahwa penganugerahan Profesor Kehormatan ini diharapkan memperkuat komitmen bersama antara dunia akademik, negara, dan para pemikir bangsa dalam membangun ekosistem kebudayaan yang inklusif, progresif, dan berkelanjutan.

Dalam orasi ilmiahnya, Fadli Zon mengangkat tema reinventing Indonesian identity. Ia menekankan bahwa berbagai temuan arkeologis dan jejak sejarah membuktikan bahwa Nusantara memainkan peran penting dalam perjalanan panjang peradaban manusia. Karena itu, Indonesia menurutnya harus dilihat bukan sekadar sebagai negara-bangsa modern, melainkan sebagai civilizational-state—sebuah negara berperadaban yang dibangun di atas kekayaan budaya dan keragaman etnis.

Fadli Zon juga menegaskan bahwa kebudayaan adalah kompas moral bangsa yang mampu menjadi ruang penyelesaian masalah di tengah dinamika global. Nilai budaya, ujarnya, harus menjadi pijakan dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan politik agar arah masa depan bangsa tetap selaras dengan jati diri nasional.

Dalam pertimbangannya, Universitas Nasional menilai rekam jejak akademik Fadli Zon sangat kuat dan konsisten. Sejak masa kuliah, ia telah meraih berbagai penghargaan. Setelah itu, ia melanjutkan kiprahnya sebagai dosen luar biasa di Universitas Indonesia dan sebagai pengajar di Universitas Nasional. Produktivitas intelektualnya tercermin dari lebih dari 40 buku yang telah diterbitkan, serta publikasi ilmiah di tingkat nasional dan internasional.

Salah satu kontribusi pentingnya adalah pendirian Fadli Zon Library, museum, dan rumah budaya. Melalui lembaga-lembaga ini, Fadli Zon telah berhasil menyelamatkan ribuan naskah kuno dan artefak bersejarah yang memiliki nilai signifikan bagi perjalanan kebudayaan Indonesia.

Menurutnya, kembalinya arsip-arsip tersebut akan melengkapi penulisan Sejarah Nasional Indonesia dan memperkaya pemahaman tentang perjalanan bangsa. “Peradaban dibangun oleh kebudayaan. Ketika kebudayaan dimajukan dan dimaknai secara kontekstual, kita sesungguhnya sedang merancang masa depan bangsa yang lebih baik,” ujarnya.

Dukungan datang dari Wakil Ketua Lembaga Sensor Film Republik Indonesia, Noorca M. Massardi, yang menilai pemberian gelar Profesor Kehormatan ini sangat layak. Menurutnya, Fadli Zon telah menunjukkan konsistensi panjang dalam pemikiran kebudayaan, filsafat, dan politik yang relevan dengan perkembangan zaman.

Ia berharap pengukuhan ini dapat menginspirasi para pemangku kebijakan agar menjadikan kebudayaan sebagai landasan utama dalam setiap keputusan strategis. “Kebudayaanlah yang melandasi seluruh peradaban di muka bumi,” tegasnya.

Hadirnya Sejumlah Tokoh Nasional
Pengukuhan ini turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzadi; Menko Panjang Zulkifli Hasan; Menko Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra; serta Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari. Hadir pula Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha; Kepala BRIN, Arif Satria; jajaran DPR, para duta besar, dan seluruh sivitas akademika UNAS.

Mengakhiri rangkaian acara, Fadli Zon menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa kebudayaan bukan hanya warisan masa lalu, melainkan energi hidup yang menentukan arah perjalanan peradaban Indonesia ke depan.

“Pelestarian budaya adalah upaya menjaga identitas bangsa sekaligus memastikan bahwa Indonesia mampu berdiri tegak dan dihormati di tengah peradaban dunia,” ujarnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *