Tenun Iban Sadap Tumbuh sebagai Bagian Dari Keseharian Masyarakat Adat Dayak Iban
Jakarta, Milleniumpost.id
Di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, ada kain yang lahir bukan dari studio desain, melainkan dari kehidupan sehari-hari. Dalam rumah panjang di tepi sungai, perempuan lintas generasi duduk bersama, menenun sambil berbagi cerita, ingatan, dan cara hidup.
Tenun Iban Sadap tumbuh sebagai bagian dari keseharian masyarakat adat Dayak Iban. Setiap helainya membawa kisah tentang keluarga, alam, dan tradisi yang masih dijalani hingga hari ini.
Pewarnanya berasal dari daun, akar, dan kulit kayu. Alat tenunnya dibuat dari bambu. Prosesnya menyatu dengan ritme hidup—bukan dipisahkan darinya.
Cerita Tenun Iban Sadap relevan bagi pembaca yang tertarik pada slow living, mindful travel, craft, dan nilai-nilai lokal yang terus hidup di tengah perubahan zaman.
Kami lampirkan rilis lengkap sebagai bahan pertimbangan. Dengan senang hati kami dapat menyesuaikan angle, menyediakan visual, atau menghubungkan redaksi dengan narasumber di lapangan.
Kami berharap kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi pembaca lifestyle yang mencari cerita bermakna dari Indonesia.


















